Sabtu, 19 Juli 2014 - 0 komentar

SIFAT DEWASA

 


          Banyak di antara kita yang mengaku sudah dewasa, kedewasan itu ... ???, ada yang tau?. kalau kamu searching di bah google mungkin anda akan temukan banyak sekali sifat-sifat atau ciri orang dewasa, tapi gue disin gak akan ngebahas yang ada di bah google, gue akan kebahas versi ane sendiri, yang gue pelajari dari pengalaman gue tentunya, ataupun dari lingkungan sekitar.

mungkin kata dewasa itu udah gak asing di telinga kita, banyak orang mendeskripsikan ciri-ciri yang nama dewas, yah!! mungkin ada yang, udah akhir balik, udah gede, atau mungki udah ada yang kumis atau jenggotan dan masih banyak yang lainya deh. ke dewasan itu bukan patokannya dari umur, percuma aja badan lo segede aderay, tapi pikiran kamu sempit, biasanya anak mudah itu egonya masih belum labil, selalu paling benar, selalu paling tau,selalu paling pintar dan kalau di keritik oleh seseorang yang cuman beda umurnya satu tahun atau sebaliknya, langsung deh matanya meloto dan mulutnya nyembur api, nah sikap itu menunjukan bawah kita itu belum dewasa dari segi mengontrol emosional kita, apa sih emosional itu?,  “emosional” atau yang bisa dikenal “EQ” adalah ke mampuan seseorang untuk menerima, menilai,mengelola, serta mengontrol emosi derinya dan orang lain di sekitarnya.

oke disini gue akan menjelaskan carang mengendalikan emosional, atau emosi. kenapan saya sebutkan mengendalikan bukannya menahan diri, yah kalau cuman ditahan-tahan nantinya juga jebol. sudah cukup basabasinya langsung tudu point aja.

yang petama kita harus bisa mengelola emosi kita, jangan sapai meladak-meladak kaya gas elpiji, kita boleh marah asalkan demi kebaiakan, marah kepada siapa, kadar kemarahannya sepeti apa, dan kita marah tujuannya untuk apa. jadi jangan asal marah-marah gak jelas, kesinggu dikit marah, di ejek dikit marah, apa bedanya kita dengan anak kecil yang merengek-rengek meminta keadilan. tuhan telah menciptakan kita dengan akalsehat, itu adalah senjata atau alat untuk menggontrol emosi kita, kita harusnya berfikir menggunakan akal kita, ketika kita marah apa dampak yang akan datang, kita harus berfikir jauh kedepan. “karena segala sesuatu yang kita perbuat di masa sekarang adalah cerminan di masa depan”.

sekian dulu dari gue, sorry kalau acak-acakan, maklum lah gue masih amatir, dan gue minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung.