SIFAT DEWASA
Banyak di
antara kita yang mengaku sudah dewasa, kedewasan itu ... ???, ada yang tau?.
kalau kamu searching di bah google mungkin anda akan temukan banyak sekali
sifat-sifat atau ciri orang dewasa, tapi gue disin gak akan ngebahas yang ada
di bah google, gue akan kebahas versi ane sendiri, yang gue pelajari dari
pengalaman gue tentunya, ataupun dari lingkungan sekitar.
mungkin kata
dewasa itu udah gak asing di telinga kita, banyak orang mendeskripsikan
ciri-ciri yang nama dewas, yah!! mungkin ada yang, udah akhir balik, udah gede,
atau mungki udah ada yang kumis atau jenggotan dan masih banyak yang lainya
deh. ke dewasan itu bukan patokannya dari umur, percuma aja badan lo segede
aderay, tapi pikiran kamu sempit, biasanya anak mudah itu egonya masih belum
labil, selalu paling benar, selalu paling tau,selalu paling pintar dan kalau di
keritik oleh seseorang yang cuman beda umurnya satu tahun atau sebaliknya,
langsung deh matanya meloto dan mulutnya nyembur api, nah sikap itu menunjukan
bawah kita itu belum dewasa dari segi mengontrol emosional kita, apa sih
emosional itu?, “emosional” atau yang
bisa dikenal “EQ” adalah ke mampuan seseorang untuk menerima,
menilai,mengelola, serta mengontrol emosi derinya dan orang lain di sekitarnya.
oke disini
gue akan menjelaskan carang mengendalikan emosional, atau emosi. kenapan saya
sebutkan mengendalikan bukannya menahan diri, yah kalau cuman ditahan-tahan
nantinya juga jebol. sudah cukup basabasinya langsung tudu point aja.
yang petama
kita harus bisa mengelola emosi kita, jangan sapai meladak-meladak kaya gas
elpiji, kita boleh marah asalkan demi kebaiakan, marah kepada siapa, kadar
kemarahannya sepeti apa, dan kita marah tujuannya untuk apa. jadi jangan asal
marah-marah gak jelas, kesinggu dikit marah, di ejek dikit marah, apa bedanya
kita dengan anak kecil yang merengek-rengek meminta keadilan. tuhan telah
menciptakan kita dengan akalsehat, itu adalah senjata atau alat untuk menggontrol
emosi kita, kita harusnya berfikir menggunakan akal kita, ketika kita marah apa
dampak yang akan datang, kita harus berfikir jauh kedepan. “karena segala
sesuatu yang kita perbuat di masa sekarang adalah cerminan di masa depan”.
sekian dulu dari gue, sorry kalau acak-acakan, maklum
lah gue masih amatir, dan gue minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung.